Mengenal Lebih Jauh Tentang Batu Keladen

0
426
Batu akik keladen
Batu akik keladen

King Keladen atau Keladen Raja adalah sejenis batuan calchedony yang berasal dari daerah Kabupaten Pacitan Prov. Jawa Timur. Batu Mulia ini memiliki karakteristik yang cukup menarik dengan warna khasnya batu King Keladen ini mampu menarik perhatian dari para pecinta batu mulia. batu mulia ini memiliki warna khas seperti warna kuning emas dan memiliki clarity semi transparan.

Saat ini sudah mulai banyak beredar batu King Keladen di pasaran dengan harga yang bervariatif sesuai dengan besar kecil dan warna yang ada pada batu mulia ini. kekerasan batu keladen ini adalah 6, 5 – 7 skala mosh ( merajuk kepada kekerasan jenis batu dari wikipedia) .

Pada perkembangan sebelumnya dunia batuan Pacitan hanya menyebut specimen Chalcedony dengan nama Siwalan ( Kolang-Kaling) dan ini membuat material ini kurang dihargai di Lokal. Padahal Konsumen luar negeri memburu Siwalan Kualitas Tinggi dan berani membayar mahal. Bahkan harga yang murah dan ketidaktahuan pasar dalam menghargai jenis batu ini membuat Eksploitasinya dilakukan secara tidak bermartabat dan membabi-buta.

Dalam eksploitasi besar-besaran di jaman dahulu, kini akhirnya sampai pada hasil habisnya cadangan Deposit di Pacitan. Hal ini bisa diketahui, bahwa para perajin Lokal hingga sampai mengais-ngais kembali timbunan sampah sisa-sisa pemotongan dahulu. Kalaupun ada di alamnya sendiri, sangatlah sukar untuk menemukan bahan sebesar jempol tangan. Adapun bila ada ialah simpanan para tokoh batu yang sudah menimbunnya selama 10 tahun sebelumnya. Bahkan ada variant warna masuk ke golongan “ sangat-sangat langka“.

Pengambilan nama KING ( Raja) berasal dari Raja Majapahit Bhre Kertabumi Wijaya, yang kemudian anaknya Pangeran Buwono Keling, melarikan diri dari kejaran pasukan Demak saat Majapahit runtuh. Membuka wilayah Hutan Pacitan menjadi sebuah pemukiman untuk ditinggali.

Baca Juga :  Batu Akik Berlafaz ‘Lam Alif’ Ini Dibandrol Rp1 Miliar

Sementara pengambilan nama QUEEN ( Ratu) berasal dari Mitos/ Legenda Kanjeng Ratu Kidul yang akrab di Pesisir Laut Selatan Jawa yang melekat di kehidupan sehari-hari masyarakat Pacitan. Pengambilan nama Prince ( Pangeran) berasal dari Pangeran Buwono Keling pendiri Kota Pacitan. Pengambilan nama Princess ( Putri) berasal dari keindahan warna putih, yang mengingatkan Eko kepada Putri Salju ( Snow White).

CIRI Chalcedony Pacitan memiliki 3 ciri, baik ciri itu dimiliki masing-masing 1, bisa ada 2 dan bisa 3. Misalnya ketiga ciri itu:

1. Motif Punggung Kura-Kura.
2. Klep Seperti Moonstone ( main klepnya)
3. Klep seperti Cat’ s Eye ( ini berupa klep Garis memanjang, ada yang penuh, ada yang tidak penuh dari ujung vertikal ke ujung lainnya)

Perbedaan dengan Yellow Chalcedony lain.
Sekilas dari Foto sangat mirip dengan ciri-ciri yang dimiliki Anggur ( Chalcedony) dari Baturaja. Namun bila diperhatikan ada perbedaan. Warna-warna dari Baturaja lebih beragam dan lebih banyak yang tua-nya. Sementara Ciri Khusus Deposit Chalcedony Pacitan ialah warnanya lebih Soft, Jernih dan Kristal. Namun beberapa kasus khusus ada kesamaan bila dijajarkan.

KLASIFIKASI Warna, terbagi tingkatan warna sebagai berikut:

  1. Golden Supreme ( Emas Tertinggi/ Terbaik) untuk warna yang Keemasan ( Yellow Chalcedony).
  2. Supreme Sunrise ( Sinar Mentari Pagi Terbaik) untuk warna Kuning Muda ( Light Yellow Chalcedony).
  3. Red Baron ( Bangsawan Merah) untuk warna Merah Keemasan ( Golden Reddish) ditambahkan Watu-Watu Pacitan ( Deny Dwi Kristianto) menemukan specimen Chalcedony berwarna merah di Bukit Ndasar dalam pencariannya selama 3 hari.
  4. Princess Snow White ( Putih Salju/ Putri Salju) untuk warna Putih ( White Chalcedony) bila berasal dari bukit akan disebut Princess Ndasar Chalcedony – Snow White bila dari sungai akan disebut Princess Keladen Chalcedony – Snow White.
  5. Untuk warna-warna lainnya yang semu Kehijauan, Pink, Abu-Abu, Kuning atau semu lainnya, saat disenter/ dikenai sinar baru berubah kuning muda. dan lainnya dimasukkan dalam pengklasifikasian warna dengan sebutan bakal Calon Raja yaitu Prince ( Pangeran). Kemudian diikuti asal tambang dari bukit Prince Ndasar dan dari sungai Prince Keladen.
Baca Juga :  WOW, Ini Batu Akik yang Dipakai Firaun! Koleksi Langka

Penambahan Klasifikasi Red Baron :
Penyebutan Red Baron sendiri berasal dari varian Calchedony sangat kristal dan sangat menarik sekali, hasil pencarian di Bukit Ndasar. Maka dari pencarian itu disepakati penamaan yang mewakili warna yang Keemasan namun condong ke Merah ( Golden Reddish) .

Warna ini sangat berbeda sekali dengan yang beredar di pasaran, di pasaran warna Chalcedony-nya lebih ke warna Cempaka atau Kenanga dan Chalcedony yang berwarna Red Baron belum ada yang representatif di pasaran seperti penggolongan mereka berdua.

Hijau Pacitan masuk ke Klasifikasi Prince :
Warna Hijau Pacitan yang legendaris berusaha dicari kembali oleh Arif Putro Lawu. Pada kenyataannya yang dimaksud Hijau Pacitan ( semu Kehijauan) yang dimiliki oleh Arif dan Pambalah Batung Jogja ( Subianor) masuk dalam klasifikasi Prince. Baik yang Prince Ndasar maupun Prince Keladen. Walaupun demikian material Prince tersebut sesungguhnya juga masuk kategori langka. Dikarenakan material Hijau Pacitan sudah habis dikarenakan eksploitasi besar-besaran di masa lalu dan biasanya jatuh ke tangan para Kolektor Elit Batuan Nusantara.

Batu Keladen adalah istilah lain dari batu Calcedony di Pacitan. Batu ini mulanya ditemukan oleh Mbah Paiman Timbul yaitu seorang tokoh batuan di daerah Donorojo, Pacitan, jawa Timur. Mempunyai serat yang bagus karena berasal dari sungai yang kaya akan mineral alami. Mampu menyerap sinar dengan baik sehingga beberapa diantaranya dapat mengalami fenomena perubahan warna.

Nilai kerasnya berkisar antara 6,5 sampai 7 scala Moch. Terdiri dari beberapa pembagian jenis warna, yaitu Golden Supreme, Sunrise, Sunset, Red Baron dan Snow White. Batu Keladen Pacitan sudah terkenal dan saat ini merambah pasar internasional, mulai dari Negara-negara di Asia Tenggara hingga benua Amerika dan Eropa.

(Visited 146 times, 1 visits today)
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here